Aliran psikoanalis secara tegas memperhatikan struktur jiwa manusia,
pendiri aliran ini adalah Sigmund Freud. Fokus aliran ini adalah totalitas
kepribadian manusia bukan pada bagian-bagiannya yang terpisah. Menurut aliran
ini, perilaku manusia dianggap sebagai hasil interaksi sub sistim dalam
kepribadian manusia yaitu :
- Id
yaitu bagian kepribadian yang menyimpan dorongan-dorongan biologis manusia
merupakan pusat insting yang bergerak berdasarkan prinsip kesenangan dan
cenderung memenuhi kebutuhannya .Bersifat egoistis, tidak bermoral dan
tidak mau tahu dengan kenyataan. Id adalah tabiat hewani yang terdiri dari
dua bagian: i). libido - insting reproduktif penyediaan energi dasar untuk
kegiatan – kegiatan kosntrukstif. ii). thanatos–insting destruktif dan
agresif
- Ego
berfungsi menjembatani tuntutan Id dengan realitas di dunia luar. Ego
adalah mediator antara hasrat-hasrat hewani dengan tuntutan rasional dan
realistik. Egolah yang menyebabkan manusia mampu menundukkan hasrat
hewaninya dan hidup sebagai wujud rasional. Ia bergerak berdasarkan
prinsip realitas
- Super
ego yaitu unsur yang menjadi polisi kepribadian, mewakili sesuatu yang
normatif atau ideal super ego disebut juga sebgai hati nurani,merupakan
internalisasi dari norma-norma sosial dan kultur masyarakat. Super ego
memaksa ego untuk menekan hasrat-hasrat yang tidak berlainan dibawah alam
sadar.
Aliran behaviorisme lahir sebagai reaksi aliran instropeksionisme (
menganalisa jiwa manusia berdasarkan laporan-laporan subjektif ) dan juga
aliran psikoanalisis (berbicara tentang alam bawah sadar yang tidak tampak).
Behaviorisme hanya menganalisa perilaku yang nampak saja yang dapat diukur
dilukiskan dan diramalkan Teori dari aliran ini dikenal dengan teori belajar,
karena menurut mereka seluruh perilaku manusia adalah hasil belajar.
Behaviorisme mempersoalkan bagaimana perilaku manusia dikendalikan oleh
faktor-faktor lingkungan. Walaupun demikian asumsi yang digunakan oleh aliran
behaviorisme aliran ini banyak menentukan perkembangan psikologi.
Salah satu yang sering muncul dalam literatur psikologi adalah tentang
teori “tabula rasa” sebagai kelanjutan pendapat Aristoteles yang secara garis
besar menganalogikan manusia ( bayi ) sebagai kertas putih dan menjadikan hitam
atau menjadikan berwarna lain adalah pengalaman atau hasil interaksi dengan
lingkungannya. Teori pelaziman klasik, teori pelaziman operan dan social
learning theory juga merupakan produk dari aliran ini
Teori pelaziman klasik
Pada awal tahun 1900an, seorang ahli fisiologi Rusia bernama Ivan Pavlov
menjalankan satu siri percubaan secara sistematik dan saintifik dengan tujuan
mengkaji bagaimana pembelajaran berlaku pada sesuatu organisme. Pavlov mengasaskan
kajiannya pada 'hukum perkaitan' (Law of Association) yang di utarakan oleh
ahli falsafah Yunani awal seperti Aristotle. Menurut pendapat ini, sesuatu
organisme akan teringat sesuatu karena sebelumnya telah mengalami sesuatu yang
berkaitan. Contohnya, apabila melihat sebuah mobil mewah, mungkin kita membuat
pengandaian si pengendara mobil adalah seorang kaya atau seorang terkemuka.
Andaian ini bergantung kepada pengalaman kita yang
lampau.
Teori Pelaziman Operant
Perkataan 'operan' diciptakan oleh Skinner yang berarti apabila organisme
menghasilkan sesuatu respon karena mengoper atas stimulus yang diterima
disekitarnya. Contohnya, seekor anjing akan menghulurkan kaki depannya
sekiranya ia ketahui bahawa tingkahlaku itu akan diikuti dengan makanan. Begitu
juga dengan seorang anak tidak mau rewel karena dia akan dibelikan es krim.
Dalam kaitan teori ini, dikenal istilah reinforcement dan punishment.
Teori Social Learning Theori
Pembelajaran Sosial menyatakan bahawa seorang individu meniru tingkahlaku
(imitation) yang diterima masyarakat (socially accepted behaviour) dan juga
tingkah laku yang tidak diterima masyarakat
Aliran ini lahir pada awal tahun 70-an ketika psikologi sosial berkembang
ke arah paradigma baru manusia tidak lagi dipandang sebagai makhluk pasif yang
digerakkan oleh lingkungannya tetapi makhluk yang paham dan berpikir tentang
lingkungannya (homo sapiens). Aliran ini memunculkan teori rasionalitas dan
mengembalikan unsur jiwa ke dalam kesatuan dalam diri manusia .asumsi yang
digunakan adalah manusia bersifat aktif yang menafsirkan stimuli secara tidak
otomatis bahkan mendistorsi lingkungan.
Jadi manusialah yang menentukan stimuli . Salah satu nama yang muncul dari
aliran ini yaitu Kurt Lewin dan dikenal dengan teori :B = f ( P. E ). Behavior
adalah hasil interaksi antara Persons dengan Enviroment
Lahir sebagai revolusi ketiga atau dikatakan sebagai mazhab ketiga
psikologi. Psikologi humanistik melengkapi aspek-aspek dasar dari aliran
psikoanalisis dan behaviorisme dengan memasukan aspek positif yang menentukan
seperti cinta , kreativitas , nilai makna dan pertumbuhan pribadi. Psikologi
Humanistik banyak mengambil penganut Psikoanalisis Neofreudian. Asumsi dasar
aliran ini yang membedakan dengan aliran lain adalah perhatian pada makna
kehidupan bahwa manusia bukanlah sekedar pelakon tetapi pencari makna kehidupan
Selanjutnya konsep yang menjadikan teori aliran psikologi humanistik tiada
duanya adalah konsep dari tokoh aliran ini yaitu Abraham Maslow yang menyatakan
“studi tentang orang-orang yang mengaktualisasikan dirinya mutlak menjadi
fondasi bagi sebuah ilmu psokologis yang lebih semesta( Frank Goble,1993,34 )
Krtik-kritik dari psikologis humanistik menunjukan perbedaaan dan asumsi
yang berbeda dengan aliran –aliran lain :
- Psokologi
humanistik tidak mengagungkan metode statistik dan serba rata-rata tetapi
melihat pada yang mungkin dan harus ada.
- Psikologis
humanistik tidak berlebihan melakukan penelitian eksperimen pada binatang
tetapi pada kodrat manusia beserta sifat-sifat manusia yang positip.Dengan
demikian pendekatan yang dilakukan bersifat multi displiner lebih luas
lagi menyeluruh terhadap masalah-masalah umat manusia. Salah satu teori
aliran ini adalah Teori Maslow tentang "Hirarkhi Kebutuhan Manusia.
Teori ini menyatakan bahwa manusia akan dapat mengaktualisasikan diri dan
percaya diri, manakala kebutuhan akan makanan, kesehatan, rasa aman dan
diterima dalam suatu kelompok.
Gambar. Hirarkhi kebutuhan Abraham Maslow
Kebutuhan untuk aktualisasi diri
|
V
Kebutuhan untuk dihargai
|
V
Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi
|
V
Kebutuhan akan rasa aman dan tentram
|
v
Kebutuhan fisiologis dasar
- Kebutuhan
fisiologis dasar : gaji, makanan, pakaian, perumahan
- Kebutuhan
akan rasa aman : lingkungan kerja yang bebas dari segala bentuk ancaman
- Kebutuhan
untuk dicintai dan disayangi : kesempatan yang diberikan untuk menjalin
hubungan yang akrab dengan orang lain
- Kebutuhan
untuk dihargai : pemberian penghargaan atau reward, mengakui hasil karya
individu
- Kebutuhan
aktualisasi diri : kesempatan dan kebebasan untuk merealisasikan cita-cita
atau harapan individu