Sabtu, 20 Agustus 2011

Figur Pumuda masa kini


Figur pemuda hampir mendominasi layar TV, baik yang meramaikan dunia hiburan (musik dan sinetron), maupun yang meramaikan berita kriminal (pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, perjudian, narkoba, dll). Inilah realitas yang menimpa pemuda masa kini, pada seluruh jenjang usia pemuda, mulai dari kaum pelajar, mahasiswa, maupun pengangguran.

Sehingga pemuda yang mestinya idealis, punya semangat juang tinggi, tidak kenal putus asa, dan kerja keras dengan temperamen yang cool dan confident, berubah menjadi sosok pemuda yang menyeramkan dan menakutkan. Seorang pemuda tanpa identitas dan tujuan hidup yang jelas. Bayangkan saja, kalau jalan miring-miring karena teler, rambut model jabrik yang tak jelas mau disisir ke mana, serta warna rambut yang tidak jelas mau di cat apa, kalung rantai yang melilit di leher, pinggang, anting-anting yang dipasang hampir di sekujur badannya, serta tato yang menutupi tubuhnya. Kerjanya kongkow-kongkow di pinggir jalan, mondar-mandir di mall, trek-trekan motor dan hobi tawuran. Sosok pemuda yang bebas mengumbar nafsu syahwatnya, bebas bergaul dan bebas segala-galanya.

Gambaran di atas barangkali terlalu ekstrim, namun fakta memang menunjukkan demikian bahwa terlalu sedikit kelompok pemuda yang sadar akan nilai kehidupan.

Pemuda Idaman …..

Ibnu al-‘Abbas r.a. berkata: “Tidak ada seorang Nabi pun yang diutus Allah, melainkan ia (dipilih) dari kalangan pemuda saja (yakni antara 30 - 40 tahun). Begitu pula tidak ada seorang ‘alim pun yang diberi ilmu, melainkan ia (hanya) dari kalangan pemuda saja. Kemudian Ibnu al-‘Abbas r.a. membaca firman Allah Swt. dalam surat al-Anbiya’ ayat 60:

Mereka berkata: "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim " (Tafsir Ibnu Katsir III, halaman 183).

Pemuda memang identik dengan tingkat idealisme yang tinggi. Di samping fisik yang mumpuni, semangatpun dapat dibilang luar biasa. Dalam sejarah, usia para pemuda Islam yang pertama mendapatkan pembinaan di Dar al-Arqam rata-rata sekitar 20 tahunan. Yang paling muda adalah ‘Ali Ibn Ab> Thalib, waktu itu usianya masih 8 tahun hampir sama dengan al-Zubayr Ibn al ‘Awwam. Kemudian dalam pembinaan Rasul itu masih ada Ja‘far Ibn Abi Thalib yang saat itu usianya 18 tahun, ‘Utsman Ibn ‘Affan, usia 20 tahun, ‘Umar Ibn al-Khaththab sekitar 26 tahun dan Abu Bakr al-Shiddiq yang sudah berusia 37 tahun saat itu. Dan masih banyak lagi para sahabat yang semuanya masih relatif muda usia. Mereka bersemangat dalam mengikuti pembinaan Rasulullah Saw. ‘Aqidah Islamiyyah yang ditanamkan Rasul mampu mengubah pola pikir mereka tentang kehidupan.

Bahkan dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa ‘Abd Allah Ibn ‘Umar, yang masih berusia 13 tahun dan al-Barra>’ ngotot ingin berperang bersama pasukan Rasulullah dalam perang Badr, namun oleh Rasulullah ditolak karena masih kecil. Tahun berikutnya pada perang Uh}ud, beliau tetap ditolak, hanya al-Barra’ yang boleh ikut. Barulah keinginannya yang tak tertahankan itu terpenuhi pada saat perang Ahzab, Rasul memasukkannya ke dalam pasukan kaum muslimin yang akan memerangi kaum musyrikin. Semangat seperti inilah yang saat ini sulit ditemukan dalam diri pemuda Islam. Kalau pun ada itu hanya sedikit saja yang memilikinya. Jangankan untuk berjihad, dalam menuntut ilmu saja, pemuda kita sudah bosan dan tak bersemangat. Yang muncul justru semangat dalam tawuran dan tindak kriminal lainnya.

Seorang pemikir dari Beirut, Mushthafa al-Ghalayayni berkata: “Adalah terletak di tangan para pemuda kepentingan umat ini, dan terletak di tangan pemuda juga kehidupan umat ini.” Kemudian Mushthafa Kamil, pemikir dari Mesir berkomentar: “Pemuda yang bodoh, beku (tidak punya ruh jihad) untuk memajukan bangsa, matinya itu lebih baik daripada hidupnya.” Rasanya, komentar-komentar yang dilontarkan para pemikir Islam ini tak mengada-ngada. Dan bukan pula menekan para pemuda. Justru memberikan gambaran yang jelas bahwa pemuda yang ideal adalah yang mampu menjadi pelopor dalam kemajuan bangsanya. Bukan pengekor, yang hanya menjadi sapi perah peradaban yang rusak.

Menyikapi peran pemuda, al-Imam al-Syafi‘i mengatakan bahwa: "Sesungguhnya kehidupan pemuda itu, demi Allah hanya dengan ilmu dan takwa (memiliki ilmu dan bertakwa), karena apabila yang dua hal itu tidak ada, tidak dianggap hadir (dalam kehidupan)." Seorang pemuda harus memiliki ilmu dan ketakwaan, dan yang pasti, mereka harus menjadi kebanggaan umat. Harus menjadi teladan yang diidamkan siapa saja. Tentu saja, teladan dalam kebaikan, bukan dalam kejahatan. Sepertinya para pemuda mesti mencontoh Usamah Ibn Zayd yang masih muda belia, usianya 18 tahun saat diangkat menjadi panglima perang oleh Rasulullah Saw untuk memimpin pasukan kaum muslimin dalam penyerbuan ke wilayah Syam yanag berada di bawah kekuasaan Romawi. Menakjubkan!

Sukses Diri Sebagai Pemuda Idaman

Sukses sering diartikan berhasil atau tercapainya suatu tujuan, baik tujuan yang benar maupun yang salah. Jika yang dimaksud sukses adalah keberuntungan (al-falah), maka seorang muslim dikatakan sukses jika perilakunya sesuai dengan standar ‘aqidah dan syari‘ah.

Sehingga ketika seorang pencuri berhasil menggondol barang curiannya, ia tidak dapat dikatakan sukses, sebab yang dilakukan melanggar syari’ah. Namun seorang yang bekerja keras secara halal dari pagi sampai sore, tapi hanya mendapatkan rizqi sedikit, tetaplah termasuk orang yang sukses.

Memang dalam sistem kehidupan yang dicengkeram ideologi kapitalis-sekuleris seperti saat ini, seluruh aspek kehidupan terpola oleh ideologi asing ini. Di mana ideologi ini tidak akan pernah memberikan ruang yang cukup bagi agama, sebab agama bukanlah sesuatu yang penting bagi kehidupan. Agama dalam pandangan kapitalisme-sekulerisme diposisikan sebagai hubungan (ritual) pribadi manusia dengan Tuhannya, sementara hubungan manusia dengan manusia lainnya seperti politik, ekonomi, budaya, pemerintahan, tidaklah diatur oleh agama.

Karena itu ideologi kapitalis-sekuler ini mampu membentuk tipikal pemuda yang dangkal pemahaman agama, menjadi pemuda yang sekuler, liberal, materialis, oportunis dan individualis. Dikatakan sekuler karena meletakkan agama terbatas pada hubungan (ritual) dirinya dengan Tuhannya. Dikatakan liberal karena ingin membebaskan nafsunya dari berbagai ikatan agama. Dikatakan materialis karena tujuan hidupnya adalah mengejar kesenangan duniawi dan lupa tujuan akhiratnya. Dikatakan oportunis karena cara mengukur segala tindakannya berdasarkan asas manfaat semata, bukan halal-haram. Dikatakan individualis karena akan menjadi pemuda yang hanya mementingkan diri sendiri, serta kurang menaruh kepedulian pada orang lain. Memang pemuda seperti ini akan bisa hidup, namun jelas bukan hidup yang benar.

Sungguh Islam telah mencetak profil pemuda muslim, seorang pemuda yang berkepribadian Islam (Syakhshiyah Islamiyyah). Memiliki kepribadian Islam, berarti seorang pemuda mempunyai pola pikir (‘aqliyah) Islami, di mana ia akan menjadikan ‘aqidah Islamiyyah sebagai standar untuk menilai segala pemikiran yang ada. Di samping itu, ia juga mempunyai pola sikap/jiwa (nafsiyah) Islami, di mana ia mempunyai kecenderungan yang Islami dan memenuhi kebutuhannya secara Islami, yakni dengan standar syari‘ah Islamiyyah, baik kebutuhan jasmaninya (al-hajah al-‘udlwiyyah), seperti makan, minum, atau istirahat; maupun kebutuhan naluriahnya (al-gharizah), yang meliputi naluri beragama (gharizah al-tadayyun), seperti: mensucikan Tuhan, ibadah; ---naluri mempertahankan diri (gharizah al-baqa’), seperti: cinta kedudukan, dll; ---dan naluri melangsungkan keturunan (gharizah al-naw‘ ), seperti senang lawan dengan jenis, sayang anak, dll.

Dari uraian tersebut, seorang pemuda muslim dikatakan sukses jika memiliki kepribadian Islami. Jika tidak, maka ia termasuk golongan pemuda yang gagal menjalani hidup. Untuk memiliki kepribadian Islami tersebut, seorang pemuda harus mengkaji Islam secara mendalam sampai terbentuk pemahaman (persepsi) yang benar, baik menyangkut ‘aqidah maupun syari‘ah, sehingga pola pikir dan pola sikapnya sesuai dengan Islam.

Salah satu karakter pemuda muslim yang berkepribadian Islam dalam konteks sekarang adalah memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kondisi umat. Di saat umat dibelenggu oleh ideologi perusak (kapitalis-sekuler) seperti saat ini, pemuda muslim harus segera sadar dan terhentak untuk turut serta dalam proses perubahan masyarakat menuju kondisi yang Islami. Secara konkret, pemuda yang peduli dengan umat akan mengidentifikasi dirinya sebagai seorang pengemban dakwah (hamil al-da‘wah), sebab metode Islam untuk mengubah masyarakat dari kondisi tidak Islami menjadi Islami, tak lain adalah dengan jalan mengemban da‘wah Islamiyyah.

bj

5 tempat yang paling berbahaya di dinia

1. Irak
Tidak masalah entah anda adalah George Bush, Pele atau Chuck Norris - anda tidak akan pernah aman di Irak.
Meskipun negara ini kaya akan cadangan minyaknya, tetapi Irak adalah negara yang hancur dimana identik dengan kekerasan, keputus-asaan dan kebingungan.
Sejak 2003, Amerika Serikat sudah menduduki Irak dan menyebabkan perang saudara yang meminta korban lebih dari 650 000 penduduk sipil.
Al-Qaeda, pemberontak Sunni, angkatan perang keamanan Shiite, pemberontak Kurdish, tentara Amerika, tentara Turki dan penjahat kriminal dilibatkan di siklus kekerasan yang sayangnya, tidak akan mereda dengan cepat tiap saat.
Ranjau yang diimprovisasi/ Improvised Explosive Devices (IEDs), Explosively Formed Penetrators (EFPs) dan ladang ranjau adalah ancaman terus-menerus, seperti pesawat pembom bunuh diri yang juga sudah membunuh ratusan orang.
Penculikan dan pembunuhan acak dilaporkan dengan hampir membuat pikiran mati rasa frekuensi.
Sejak 2003, 2 juta orang Irak sudah melarikan diri ke negara tetangga dan 1,9 juta lainnya tetap tinggal di Irak dengan tergusur dari rumah mereka.
Uranium yang dihabiskan yang dipakai sebagai putaran untuk menembus baju baja akan meracuni penduduk sipil Irak dan montir AS selama beberapa dasawarsa.
Sungguh, inilah neraka di bumi.
2. Kolombia
Penculikan adalah masalah utama di Kolombia. Sedikitnya telah terjadi 2338 kasus penculikan di Kolombia pada tahun 1998. Dan 138 orang di antaranya telah dibunuh oleh para penculiknya. Menempati peringkat 4 dunia sebagai "negara pembunuh" dengan total pembunuhan mencapai 696.800 kasus pada tahun 2006. Target utama para pembunuh adalah para walikota, lusinan dari mereka terbunuh setiap tahunnya.
Dan tentu saja, siapa yang dapat melupakan kokain?
Kolombia memasok 75% persediaan kokain dunia dan terima kasih untuk Pablo Escobar dan Cali Cartel, kelompok-kelompok paramiliter yang sudah memerangi pemerintah dalam konflik berdarah dengan tanpa akhir.
Di 2005, 5 orang misionaris Katolik dibunuh, turun dari 9 pada tahun 1999.
Pantai indah dan gunung terjal di Kolombia seharusnya menjadikannya firdaus bagi wisatawan, tetapi mungkin tempat ini bisa menjadi tempat yang paling berbahaya untuk dikunjungi.
3. Sudan
Keputus-asaan, kematian dan perusakan ialah "simbol" dari negara Sudan.
Terorisme adalah masalah utama bangsa ini, yang sudah dikuasai oleh rezim militer Islamiah sejak kemerdekaannya.
Beberapa pembunuh terkenal dunia telah menjejakkan kakinya di Sudan. Mereka melakukan aksinya dengan mengebom mobil, peluncuran roket dan pembantaian massal.
Kekerasan banyak terjadi di daerah Darfur di antara milisi pemback-up pemerintah, tentara pemerintah dan kelompok-kelompok pemberontak lokal.
Sudan juga telah menyebabkani perang terbuka dengan Cad yang berkaitan dengan konflik Darfur.
Sejak 2003, 230.000 orang pengungsi Sudan sudah melarikan diri ke Cad timur dari Darfur.
Lebih dari dua juta orang tewas dalam 2 perang saudara yang terjadi selama 50 tahun terakhir.
Dengan kondisi gurunnya yang suram, Sudan adalah salah satu tempat yang paling jelek di planet ini.
4. Somalia
Somalia adalah negara yang pemerintahannya gagal akibat dari anarkinya, korupsi, kekurangan pemerintah, dan kelaparan.
Para turis diperingatkan agar tidak memasuki Somalia, yang menyatakan diri nya "Republik Merdeka Somaliland" atau berlayar dekat "Terompet Afrika".
Bajak laut mengawasi perairan ini yang diperlengkapi dengan AK-47 dan akan merampas barang2 dan menahan anda untuk dijadikan tebusan.
Perkelahian antar suku sudah meminta ribuan jiwa di sebelah utara Somalia. Sedangkan di ibu kota, Mogadishu diperebutkan oleh banyak suku dan pemimpin perang.
Etiopia pernah menyerang tentara Islamiah di Somalia pada akhir 2006, dan menyebabkan ratusan korban tewas dan ribuan korban penggusuran.
Jika anda benar-benar terpaksa ke daerah ini, yakinkanlah asuransi anda masih berlaku.
5. Afghanistan
Negara ini selama ratusan tahun, menjadi salah satu wilayah di dunia yang paling strategis dan diperebutkan oleh banyak pihak.
Padahal negara ini termasuk negara yang miskin, sulit berkembang, dan memiliki keadaan ekonomi dan politik yang tidak stabil.
Pada waktu Uni Soviet menginvasi daerah ini, Pasukan Merah Rusia menanam lebih dari 12 juta ranjau darat di Afghanistan. Ratusan orang tewas, tercabik-cabik, dan lumpuh akibat ledakan ranjau yang dipasang.
Setelah Uni Soviet mendatangi Taliban ,Taliban menyatakan kontrol wanita dilarang dari pekerjaan dan universitas.
Pada 2001, Amerika Serikat menggulingkan Taliban. Tetapi penggarongan, persaingan suku dan penggunaan obat-obatan terlarang yang marak menggambarkan kekerasan sudah menyebabkan negara ini menjadi tidak stabil.
Pemboman bunuh diri adalah ancaman terus-menerus, dan tak seorang pun di Afganistan aman.
Serangan bunuh diri yang paling maut terjadi di propinsi Baghlan pada November 2007, yang menewaskan lebih dari 70 orang.
Selain itu, Afganistan juga termasuk pemasok ganja dan candu terbesar di dunia.

Sejarah adanya Uang

Uang yang kita kenal sekarang ini telah mengalami proses perkembangan yang panjang. Pada mulanya, masyarakat belum mengenal pertukaran karena setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannnya dengan usaha sendiri. Manusia berburu jika ia lapar, membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan yang sederhana, mencari buah-buahan untuk konsumsi sendiri; singkatnya, apa yang diperolehnya itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya. Perkembangan selanjutnya mengahadapkan manusia pada kenyataan bahwa apa yang diproduksi sendiri ternyata tidak cukup untuk memenuhui seluruh kebutuhannya. Untuk memperoleh barang-barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri, mereka mencari orang yang mau menukarkan barang yang dimiliki dengan barang lain yang dibutuhkan olehnya. Akibatnya muncullah sistem'barter'yaitu barang yang ditukar dengan barang.

Namun pada akhirnya, banyak kesulitan-kesulitan yang dirasakan dengan sistem ini. Di antaranya adalah kesulitan untuk menemukan orang yang mempunyai barang yang diinginkan dan juga mau menukarkan barang yang dimilikinya serta kesulitan untuk memperoleh barang yang dapat dipertukarkan satu sama lainnya dengan nilai pertukaran yang seimbang atau hampir sama nilainya. Untuk mengatasinya, mulailah timbul pikiran-pikiran untuk menggunakan benda-benda tertentu untuk digunakan sebagai alat tukar. Benda-benda yang ditetapkan sebagai alat pertukaran itu adalah benda-benda yang diterima oleh umum (generally accepted) benda-benda yang dipilih bernilai tinggi (sukar diperoleh atau memiliki nilai magis dan mistik), atau benda-benda yang merupakan kebutuhan primer sehari-hari; misalnya garam yang oleh orang Romawi digunakan sebagai alat tukar maupun sebagai alat pembayaran upah. Pengaruh orang Romawi tersebut masih terlihat sampai sekarang: orang Inggris menyebut upah sebagai salary yang berasal dari bahasa Latin salarium yang berarti garam.

Barang-barang yang dianggap indah dan bernilai, seperti kerang ini, pernah dijadikan sebagai alat tukar sebelum manusia menemukan uang logam.

Meskipun alat tukar sudah ada, kesulitan dalam pertukaran tetap ada. Kesulitan-kesulitan itu antara lain karena benda-benda yang dijadikan alat tukar belum mempunyai pecahan sehingga penentuan nilai uang, penyimpanan (storage), dan pengangkutan (transportation) menjadi sulit dilakukan serta timbul pula kesulitan akibat kurangnya daya tahan benda-benda tersebut sehingga mudah hancur atau tidak tahan lama.

Kemudian muncul apa yang dinamakan dengan uang logam. Logam dipilih sebagai alat tukar karena memiliki nilai yang tinggi sehingga digemari umum, tahan lama dan tidak mudah rusak, mudah dipecah tanpa mengurangi nilai, dan mudah dipindah-pindahkan. Logam yang dijadikan alat tukar karena memenuhi syarat-syarat tersebut adalah emas dan perak. Uang logam emas dan perak juga disebut sebagai uang penuh (full bodied money). Artinya, nilai intrinsik (nilai bahan) uang sama dengan nilai nominalnya (nilai yang tercantum pada mata uang tersebut). Pada saat itu, setiap orang berhak menempa uang, melebur, menjual atau memakainya, dan mempunyai hak tidak terbatas dalam menyimpan uang logam.

Sejalan dengan perkembangan perekonomian, timbul suatu anggapan kesulitan ketika perkembangan tukar-menukar yang harus dilayani dengan uang logam bertambah sementara jumlah logam mulia (emas dan perak) sangat terbatas. Penggunaan uang logam juga sulit dilakukan untuk transaksi dalam jumlah besar sehingga diciptakanlah uang kertas

Mula-mula uang kertas yang beredar merupakan bukti-bukti pemilikan emas dan perak sebagai alat/perantara untuk melakukan transaksi. Dengan kata lain, uang kertas yang beredar pada saat itu merupakan uang yang dijamin 100% dengan emas atau perak yang disimpan di pandai emas atau perak dan sewaktu-waktu dapat ditukarkan penuh dengan jaminannya. Pada perkembangan selanjutnya, masyarakat tidak lagi menggunakan emas (secara langsung) sebagai alat pertukaran. Sebagai gantinya, mereka menjadikan 'kertas-bukti' tersebut sebagai alat tukar.

Pustaka

Jumat, 19 Agustus 2011

STUDI KELAYAKAN USAHA

Umumnya tujuan utama perusahan pada dasarnya untuk memperoleh laba, menjaga kelangsungan pertumbuhan perusahaan dijangka panjang atau dalam waktu yang tidak tebatas. batas. Dengan demikian untuk mencapai tujuan tersebut perusahan harus melaksanakan aktivits usaha berupa penyediaan produk barang atau jasa yang akan di jual dengan pengelolaan secara efesien.

Disisi lain tujuan perusahaan harus dapat menjaga kelangsungan dalam jangka panjang atau jangka tak terbatas, maka untuk menjaga hal tersebut pengusaha harus dapat menetapkan startegi arah sasaran perusahaan yang tentunya melibatkan unsur pengelolo dalam menjalankan fungsi menejemen agar dapat di libatkan dalam perencanaan pengkajian secara matang dan sinerjik. Teknk menegemen mengkaji layak atau tidaknya suatu perusahaan dan infestasi merupakan istilah yang kita kenal dengan study kelayakan, dengan kata lainn merupakan penelitian tentang dapat dan tidaknya suatu usaha atau proyek untuk di laksanakan dengan berhasil.

Kegiatan usaha akan berkaitan dengan penanaman modal yang melibatkan pihak yang berkepentingan pada sudut pandang yang berbeda-beda, maka di perlukan study kelayakan pada lembaga-lembaga tersebut yang dapat di golongkan menjadi :

1. Infestor merupakan pihak penanam modal baik dari sumber pribadi maupun pihak lain yang berperan serta pada perusaan tersebut, sudut pandang penilaian infestor bertumpu pada aspek usaha dengan kemampuan keuntungan yang besar.

2. Bank merupakan kriditur yang memperhatikan segi keamanan keuangan yang di pinjamkan, dengan bertumpu pada bunga serta pokok pinjaman maupun pola aliran khas selama jangka waktu pemimjaman.

3. Pemerintah mengutamakan manfaan usaha perekonomian mikro yang mengalami masalah devisit kekurangan modal serta memperluas kesempatan kerja.

Disisi lain study kelayakan perlu, di samping upayakan mendapat dana investasi untuk keperluan antisipasi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat.

Tahapan penyusunan study kelayakan

Pada dasarnya pengenalan atau gagasan usaha dapat dilakukan oleh suatu badan atau perusahaan, namunsecara umum di kelompokan yan g meliputi usaha produksi, distribusi, dan jasa, serta di tentukan oleh beberapa faktor yang berpengaruh yakni manfaat, keuntungan, teknologi, pemasaran, menegemen, prospek, pesaing, tenaga kerja, bahan baku, dan peraturan pemerintah.

Merasionalisasikan usaha baru mencakup langkah pendahuluan dan mengefakuasi jenis usaha, maka diperlukanpenelaahan yang lebih mendalam terhadap gagasan atau ide usaha atas faktor pendorong atau kendala, kekuatan, kelemahan, kesempatan, ancaman.

Rumusan

Aspek pasar meliputi pendekatan permintaan dan penawaran, dan keadaan struktur pasar.

· Aspek teknis mencakup : tempat usaha, lahan luas, kebutuhan, dan kesediaan ketersediaan kebutuhan proses produksi, kesediaan bahan baku, dan tenaga kerja.

· Aspek yuridis keadaan legal formal bada usaha yang menggunakan akta pendirian, sebagai jenis usaha.

· Aspek organisasi meliputi bentuk organisasi, strktur organisasi dan tugas, jumlah tenaga yang di butuhkan.

Aspek ekonomi dan sosial meliputi pengaruh terhadap penghasilan negara pengembahan infestasi kecil , aspek finansilan meliputi pengularan dan penerimaan dalam satuan uang.

Evaluasi

Langkah penilaian secara seksama study kelayakan yang menghasilkan ide gagasan usaha.